Jemaat Wotgalih

Majelis DaerahMadiun
JemaatWotgalih
AlamatJl. Gendingan Ngrambe Km.4,2 Kotak Pos 02 Walikukun Ngawi (63256)
Jadwal IbadahInduk dan Pepanthan Bahasa Indonesia dan Jawa, Pos Bahasa Jawa
SejarahGKJW Wotgalih adalah salah satu gereja tua, yang dulunya memiliki banyak pepanthan. Dimana pepanthan-pepanthan yang pernah dimiliki oleh GKJW Wotgalih ini, saat ini sudah menjadi gereja Induk. Diantaranya yaitu GKJW Jemaat Ketanggung, GKJW Jemaat Ngawi dan GKJW Jemaat Bayem-Mojorejo. Sedangkan saat ini, GKJW Wotgalih memiliki 2 Gereja Pepanthan, yaitu Pepanthan Kauman (5 Km dari Induk) dan Pepanthan Walikukun ( 1 Km dari Induk). Tidak hanya itu, GKJW Jemaat Wotgalih ini juga memiliki 3 pos. Yaitu Pos Banyuasin, Pos Bulak Gereng dan Pos Berjing.
Menurut sejarahnya, GKJW Jemaat Wotgalih dipugar pada tahun 1951. Sebelumnya jauh sebelum tahun ini sudah berdiri gereja ini di wilayah desa Wotgalih serta bangunan yang dipakai oleh orang-orang mengadakan persekutuan ini didirikan sejak tahun 1900-an dan didewasakan pada tahun 1906. Daerah yang sekarang dikenal dengan Wotgalih ini pada awalnya adalah sebuah hutan yang tidak berpenghuni hanya wilayah Walikukun saja yang berpenghuni. Yang pada tahun 1860-an hutan ini dibuka oleh 4 orang yang datang dari desa Temon Yogyakarta Jawa Tengah. Ke-empat orang tersebut adalah bapak Wongsokaryo, bapak Singowirono, bapak Kerto dan bapak To Wirono. Tidak diketahui dengan pasti apa tujuan kedatangan dari empat orang dari Temon ini. Ada yang mengatakan membuka hutan dan untuk kehidupan yang lebih baik. Namun ada juga yang mengatakan bahwa mereka ingin menyebarkan agama Kristen sebab di daerah Temon sendiri penyebaran agama Kristen bersaing dengan misionaris agama Katholik. Dugaan kedua ini bisa saja benar, sebab pada saat mereka memulai membuka hutan dan tinggal di sana maka ada lagi orang-orang yang datang dan ikut tinggal disitu. Lama-kelamaan tempat yang dulunya berbentuk hutan akhirnya menjadi sebuah tempat tinggal. Dan orang-orang yang tinggal ini pada akhirnya sering berkumpul untuk mengadakan persekutuan atau kebaktian. Yang diduga ini karena pengaruh dan ajakan dari empat orang yang pertama kali membuka tempat itu. Kemudian dugaan ini juga diperkuat dengan adanya warga yang ditolong oleh keluarga Wongso Kariyo yang berprofesi sebagai dukun bayi.
Dalam memberikan pelayanan kepada warga desa juga dilakukan pelayanan kesaksian sehingga banyak warga desa tertarik dengan ajaran Kristen. Pada tahun 1898 banyak warga yang ditolong menjadi kristen dan dilayani secara khusus oleh Guru Injil No Kamiyo. Bapak No Kamiyo sebenarnya adalah Guru Injil yang ditugaskan melayani di wilayah Walikukun Wotgalih oleh Pdt. Poensen di Kediri. Pdt. Poensen membawahi wilayah pelayanan dari Kediri sampai karesidenan Madiun termasuk juga Walikukun Wotgalih. Bapak No Kamiyo dilahirkan di Wonoasri Gringging Kediri dan setelah menamatkan belajar kepada Pdt. Poensen kemudian ditugaskan diwilayah Walikukun Wotgalih dan menikah dengan putri keluarga dari salah satu pendiri Wotgalih tersebut. Sejak pelayanan itu hingga 1906 bapak Guru Injil No Kamiyo ditetapkan menjadi pendeta pertama di Wotgalih. Dan pelayanannya sampai pada tahun 1930. Sampai saat itu sebelum datangnya No Kamiyo belum jelas bagaimana terbentuknya persekutuan orang-orang Kristen ini, tidak diketahui apakah orang-orang yang mengadakan persekutuan ini sudah menerima pembaptisan atau belum. Namun yang jelas menurut informasi yang dapat dipercaya dari keluarga besarnya yaitu bahwa persekutuan ini dipimpin oleh bapak Wongsokaryo (Pendatang yang membuka hutan). Bapak Wongsokaryo yang diangkat menjadi pemimpin (kerasulan Wotgalih) di tengah-tengah persekutuan orang-orang ini. Setelah itu baru badan zending NZG yang di wilayah Kediri dan Madiun mendengar persekutuan di wilayah Walikukun Wotgalih maka Pdt. Poensen selaku pendeta zending mengutus muridnya Bapak No Kamiyo melayani di Walikukun Wotgalih.
Sejak masih dalam bentuk persekutuan dan telah menjadi jemaat Wotgalih, jemaat ini telah banyak sekali mendewasakan jemaat mulai yang pertama adalah Jemaat Ketanggung pada tgl 27 Juli 1953, kemudian pada tahun 26 Nopember 1967 melakukan pendewasaan Ngawi dan pada tgl 13 Februari 2000 melakukan pendewasaan Bayem Mojorejo. Selain itu banyak sekali berganti-ganti pemimpin dan pendeta sebagai pelayan yang memimpin gereja. Diantaranya yaitu mulai dari bapak Wongsokaryo, Pdt. Nokamiyo, Pdt. Moertadja, Pdt.Wagiman, Pdt. Yastus Garit, Pdt. Dayat, Pdt. Prayitno, Pdt. Bambang Purwoadi,S.Th, Pdt.Yuedi Kumaryanto (1995-2005), Pdt. Soemardiyoko (2005-2007), Pdt. Luvi Eko Yunanto,S.Th (konsulen 2008), Pdt. R.Gunawan Agus Purnomo,M.Min (2009- 2017). Pdt. Sukamto (2017- sekarang)
File sejarah
HUT / Tanggal Berdiri8/16/1951
Wilayah Pelayanan500 mtr s/d 10 km Desa Wotgalih – Berjing – Walikukun Wetan – Bulakgereng – Gendingan – Karanganyar
Pepanthan/Blok/Rayon1. Pepanthan Walikukun (Walikukun Wetan RT 2 RW 5 – Walikukun – Widodaren – Ngawi)
2. Pepanthan Kauman (Dusun Kauman RT 01 RW 05 – Desa Kauman – Kec. Widodaren – Ngawi)
3. :Pos Berjing ( Dusun Ngeblak – Desa Kedunggudel – Kel. Kedngguxdel – Widodaren – Ngawi)
4. Pos Bulakgereng (
5. Pos Banyuasin (Dusun Banyuasin Barat RT 04 RW 03 – Desa Karanganyar – Kec. Karanganyar – Ngawi)
Warga Jemaat Laki-laki161 jiwa
Warga Jemaat Perempuan172 jiwa
Warga Anak39
Pekerjaan MasyarakatPedagang
Pendidikan MasyarakatSMA (Sederajat)
Budaya / TradisiJawa
Konteks MasyarakatDesa Pertanian/Perkebunan
Wilayah BerkembangYa
Relasi Antar AgamaBaik
Gedung Gereja3
Kapanditan1
Bale PamitranTidak Ada
Ruang Ibadah Anak1
Tanah Pekarangan1
SawahTidak Ada
Tanah Makam1
Keterangan Mengenai Aset Jemaat
Mayoritas Pekerjaan Warga JemaatPetani
Pendidikan Warga JemaatSMA (Sederajat)
Kategori JemaatJemaat Homogen (Jumlah Warga Jemaat lebih dari 70% jumlah penduduk setempat)
Kehadiran dalam Ibadah50-79 %
TK/PAUDDekat (0-5 Km)
SD/SederajatDekat (0-5 Km)
SLTP/ SederajatDekat (0-5 Km)
SLTA/ SederajatDekat (0-5 Km)
Perguruan TinggiJauh (Diatas 20 Km)
Bidan/Mantri PraktekDekat (0-5 Km)
Puskesmas/KlinikDekat (0-5 Km)
Rumah SakitSedang (6-19 Km)
Kantor Pemerintah DesaDekat (0-5 Km)
Kantor KecamatanDekat (0-5 Km)
Kantor Pelayanan PublikSedang (6-19 Km)
KoperasiDekat (0-5 Km)
BankDekat (0-5 Km)
PasarDekat (0-5 Km)
Terminal Angkutan UmumDekat (0-5 Km)
Stasiun KADekat (0-5 Km)
BandaraJauh (Diatas 20 Km)
Program Utama Jemaat
Ketercapaian Anggaran 5 Tahun TerakhirRata-rata 80-89%
Catatan atau Informasi lain mengenai Jemaat