Jemaat Mutersari

Majelis DaerahJombang SB
JemaatMutersari
AlamatJl. Arimbi No.13 Dusun Mutersari, Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang.
Jadwal IbadahIbadah Minggu :
• Induk Mutersari pukul 07.00 WIB.
• Pepanthan Sukoharjo pukul 06.00 WIB.
• Pepanthan Wonokerto pukul 09.00 WIB
• Blok Nglebak pukul 08.00 WIB.
Bahasa Indonesia pada minggu ganjil
Bahasa Jawa pada minggu genap
SejarahSejarah Perkembangan GKJW Jemaat Mutersari memiliki keunikan sejarah yang begitu panjang. Penulisan sejarah GKJW Jemaat Mutersari bukan dengan berdasarkan data tertulis akan tetapi dengan data wawancara kepada warga jemaat. Karena data tertulis sejarah perkembangan GKJW Jemaat Mutersari masih dalam proses penulisan.
GKJW Mutersari memiliki kisah sejarah yang sangat begitu dinamis dan memiliki begitu kisah yang menarik dengan berbagai macam pergumulannya. Awal GKJW Jemaat Mutersari dari GKJW Jemaat Mojowarno. Pada tahun 1911 adalah peletakan batu pertama gedung gereja Mutersari (Sebelumnya sudah ada bangunan tapi masih dalam bentuk sederhana rumah bambu). Pada perkembangannya sebelum Tahun 1970 GKJW Jemaat Mutersari pernah menjadi Jemaat mandiri dengan memiliki 3 Pepanthan yaitu Plompong, Tukom dan Pucangrejo. Berdasarakan wawancara tepatnya Tahun 1970 GKJW Jemaat Mutersari mengalami sebuah pergumulan yaitu peristiwa degradasi yang terjadi dalam internal gereja. Karena itu menjadi salah satu pergumulan sehingga mengharuskan kehilangan banyak warga jemaat yang hanya menyisakan beberapa warga jemaat.
Dengan peristiwa itu Sinode GKJW melihat kondisi jemaat Mutersari dan setelah pasca pergumulan atau degradasi itulah hanya tersisa beberapa orang kurang lebih 5 orang. Dengan hanya 5 orang yang tersisa sehingga ada wacana bahwa tanah dan gedung gereja mau dijual. Akan tetapi ada 3 orang yaitu pak Rejo, pak Sudiro dan pak Arban yang bagian dari 5 orang warga jemaat menolak dengan tegas untuk tetap mempertahankan tanah dan gedung gereja dengan dalil bahwa gereja ini akan dilanjutkan oleh anak-anak dan cucu dan dipertegas dengan sebuah penghayatan teologi Alkitab Perjanjian Lama Yesaya 42 : 3 Versi bahasa Jawa “Rayung kang pepes tumelung ora bakal kakethok, tuwin uceng-uceng kang melik-melik ora bakal dipateni, nanging iku bakal ngundhangke kalawan setya.” Versi bahasa Indonesia “Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum”. Dengan dalil inilah para tokoh mempertahankan dan memperjuangkan gereja Mutersari untuk tetap berdiri dan mewariskan kepada generasi selanjutnya.
Karena Pepanthan Tukom atau yang dikenal sekarang Wonosalam mengalami sebuah perkembangan sehingga Wonosalam yang adalah Pepanthan Mutersari telah berdiri sebagai gereja mandiri, dan plompong dan pucangrejo ikut menjadi Pepanthan dari GKJW Jemaat Wonosalam. Sehingga dengan berdirinya GKJW Jemaat Wonosalam, sehingga Mutersari tidak memiliki Pepanthan dan mengharuskan turun kembali sebagai Pepanthan dari GKJW Jemaat Mojowarno. Dengan berbagai pertimbangan, peran pendeta dan para warga jemaat Mutersari mempunyai semangat untuk berjuang dan mengusahakan untuk GKJW Jemaat Mutersari tetap dapat menjadi gereja yang mandiri. Sehingga pada tahun 1982 barulah ada wacana GKJW Jemaat Mojowarno memberikan kesempatan Jemaat Mutersari untuk belajar menjadi gereja yang mandiri dengan diberikan wilayah pelayanan atau Pepanthan Sukoharjo dan Pepanthan Wonoketo dan juga diberikan tanah untuk dikelola.
GKJW Mutersari terus belajar mempersiapkan diri untuk menjadi jemaat yang mandiri, belajar dalam pengelolaan adminitrasi, aset gereja, menejeman keuangan, dan juga berbagai proses organisasi gereja. Dan proses itu membutuhkan waktu yang cukup lama dari tahun 1982 sehingga pada tahun 2001 barulah GKJW Mutersari didewasakan menjadi jemaat yang mandiri dengan memiliki 2 wilayah pelayanan/Pepanthan yaitu Sukoharjo dan Wonokerto dan 1 blok yang ada di wilayah Nglebak. Dari Tahun 1982 sampai dengan 3 November 2003 hampir kurang lebih 21 tahun untuk mejalani proses belajar menjadi jemaat yang mandiri. Dan sampai sekarang tahun 2023 GKJW Jemaat Mutersari telah berkembang dengan memiliki jumlah Kepala Keluarga 132, Warga Dewasa 230, Warga pemuda 36, Warga Anak 76, dan warga keseluruhan 342.
Pendeta baku dan konseulen yang pernah melayani di GKJW Jemaat Mutersari :
1. Pdt. Patria Yusak, S.Si. Periode 2003-2010
2. Pdt. Nicky Widyaningrum (Konsulen)
3. Pdt. Djatmiko (Konsulen)
4. Pdt. Susanto (Konsulen)
5. Pdt. Teguh Setyoadi, S.Th. Periode 2014- 2021
6. Pdt. Anggrani Mahardini Tinupikso S.Si. Periode 2021– Sekarang
File sejarah
HUT / Tanggal Berdiri4/11/2003
Wilayah PelayananLuas Pelayanan GKJW Mutersari adalah :

– Dusun Mutersari, Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng seluas :
– Dusun Sukoharjo, Desa Penggaron, Kecamatan Mojowarno seluas :
– Dusun Wonokerto, Desa Wonokerto, Kecamatan Wonosalam seluas :
– Dusun Nglebak, Desa Nglebak, Kecaatan bareng seluas :

Pepanthan/Blok/Rayona. Induk Mutersari
Jln. Arimbi No.13 Dusun Mutersari, Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang.
b. Pepanthan Sukoharjo
Jln. Windu No. 56 Dusun Sukoharjo, Desa Penggaron, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang.
c. Pepanthan Wonokerto
d. Blok Nglebak
Warga Jemaat Laki-laki127
Warga Jemaat Perempuan143
Warga Anak79
Pekerjaan MasyarakatPetani
Pendidikan MasyarakatSMA (Sederajat)
Budaya / TradisiJawa
Konteks MasyarakatDesa Pertanian/Perkebunan
Wilayah BerkembangTidak
Relasi Antar AgamaCukup Harmonis
Gedung Gereja4
Kapanditan1
Bale Pamitran1
Ruang Ibadah AnakTidak Ada
Tanah Pekarangan4
Sawah1
Tanah MakamTidak Ada
Keterangan Mengenai Aset JemaatTidak ada
Mayoritas Pekerjaan Warga JemaatPetani
Pendidikan Warga JemaatSMA (Sederajat)
Kategori JemaatJemaat Heterogen (Jumlah Warga Jemaat sekitar 31-69% dari jumlah penduduk setempat)
Kehadiran dalam Ibadah50-79 %
TK/PAUDSedang (6-19 Km)
SD/SederajatDekat (0-5 Km)
SLTP/ SederajatDekat (0-5 Km)
SLTA/ SederajatDekat (0-5 Km)
Perguruan TinggiJauh (Diatas 20 Km)
Bidan/Mantri PraktekSedang (6-19 Km)
Puskesmas/KlinikSedang (6-19 Km)
Rumah SakitSedang (6-19 Km)
Kantor Pemerintah DesaDekat (0-5 Km)
Kantor KecamatanSedang (6-19 Km)
Kantor Pelayanan PublikSedang (6-19 Km)
KoperasiJauh (Diatas 20 Km)
BankJauh (Diatas 20 Km)
PasarSedang (6-19 Km)
Terminal Angkutan UmumJauh (Diatas 20 Km)
Stasiun KAJauh (Diatas 20 Km)
BandaraJauh (Diatas 20 Km)
Program Utama JemaatPengurusan Tanah Milik GKJW, di Pepanthan Wonokerto
Ketercapaian Anggaran 5 Tahun TerakhirRata-rata 100%
Catatan atau Informasi lain mengenai JemaatTidak Ada