Jemaat Wonoasri

Majelis DaerahKediri Utara 1
JemaatWonoasri
AlamatJalan Gereja Nomor 60, Desa Wonoasri, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri – 64151
Jadwal IbadahPukul 06.00 : Minggu ke-1 s/d 3 menggunakan pengantar Bahasa Indonesia
Minggu ke-4 dan 5 menggunakan pengantar Bahasa Jawa
Pukul 18.00 : Minggu ke-1 s/d 3 menggunakan pengantar Bahasa Indonesia
Minggu ke-4 dan 5 menggunakan pengantar Bahasa Jawa
Pukul 09.00 : KRW Galilea (Desa Kerep)
Minggu ke-2 menggunakan pengantar Bahasa Indonesia
Minggu ke-4 menggunakan pengantar Bahasa Jawa
SejarahSejarah Berdirinya GKJW Jemaat Wonoasri tidak terlepas dari peran dan pengaruh seorang tokoh bernama Mattheus Anif. Mattheus Anif berasal dari desa Karungan, Sidoarjo. Dulunya dia bernama Anif dan belum mengenal ajaran Kristen.
Pada tanggal 6 Juni 1855 Pendeta Jelesma dan Pendeta Ganswijk berkunjung ke Soembërgajam. Saat itu masih ada Matius Aniep yang memimpin jemaat di Soembërgajam. Sangat disayangkan saat itu timbul perselisihan antara Mattheus Aniep dan Filippus sang kepala desa. Sehingga Mattheus Aniep mohon ijin ke Jellesma untuk pergi dengan membuka pemukiman baru di hutan. Dengan diikuti beberapa keluarga dari Soembërgajam akhirnya Mattheus Aniep berhasil membuka hutan di jalan utama antara Kediri Madiun. Jaraknya kurang lebih 12 km dari kota utama Kediri dan kemudian menjadi terkenal dengan sebutan Wönö-hasri (Wonoasri) yang pada saat itu masih menjadi wilayah desa Cerme.
Setelah beberapa waktu, pada 7 Desember 1855 Jellesma dan Ganswijk dari Soembërgajam berkunjung ke Wonoasri, mereka menemukan 6 sampai 7 keluarga. Ganswijk memutuskan menetap di Kediri.
Wonoasri adalah nama sebuah dusun di Kediri, yang dihuni oleh orang Jawa Kristen. Asal usul nama Wonoasri (Wönó = hutan, asri = indah), tampaknya menunjukkan sebuah hutan yang sudah ada pada waktu itu, yang hanya dikelilingi sawah dan kebun.
Pada tahun 1860, Jumlah orang Kristen Wonoasri berjumlah 32 laki-laki, 35 perempuan, 21 anak laki-laki dan 20 anak Perempuan dan Sejak tahun 1855 sampai akhir tahun 1865, Mattheus Aniep menjadi Pemimpin Jemaat dan Kepala Dusun.
Gereja Wonoasri ditahbiskan pada tanggal 7 Agustus 1874, pada saat itu kondisi gereja beralaskan ubin, dengan dinding yang terbuat dari anyaman bambu dan lantai yang diplester tampak rapi. Gereja Wonoasri telah melayani selama dua belas tahun sejak tahun 1862.
Pada bulan Desember tahun 1887 warga jemaat sepakat memutuskan untuk memulai Pembangunan Gedung gereja baru. Pertama-tama, gereja tua harus dihancurkan dan membuat gedung gereja baru yang lokasinya berada di tengah empat persimpangan jalan setapak (kini perempatan) yang nantinya bisa berfungsi sebagai gereja dan sekolah. Kemudian datanglah hari-hari yang sulit bagi jemaat Wonoari. Saat itu musim penghujan. Masa ketika penduduk asli memiliki sedikit persediaan bahan pangan. Mereka harus keluar hampir setiap hari untuk mencari makanan yang diperlukan. Sawah pun juga membutuhkan perawatan agar bisa panen di pertengahan tahun. Tetapi semuanya itu tidak mengurangi semangat untuk membangun Gereja. Pengabdian, pengorbanan dan kesukarelaan mereka tunjukkan. Akhirnya pembangunan Gereja itu selesai Bulan Juni 1888. Peresmian diputuskan tanggal 22 Juli 1888. Selama berdiri gedung gereja telah mengalami 3 kali renovasi.
File sejarah
HUT / Tanggal Berdiri07/12/1855
Wilayah PelayananKecamatan Grogol : Wonoasri, Sonorejo, Datengan, Cerme, Grogol
Kecamatan Banyakan : Bagol, Bulawen
Kecamatan Tarokan : Kerep, Blimbing, Cengkok
Marenco : Watudandang (Kab. Nganjuk), Kandat (Kediri), Campurejo (Mojoroto, Kediri)
Pepanthan/Blok/Rayon1. Bethel (Wonoasri)
2. Gibeon (Wonoasri)
3. Bethany (Wonoasri)
4. Betbara (Wonoasri)
5. Ebenezer (Wonoasri)
6. Getsemani (Wonoasri)
7. Nazareth (Wonoasri)
8. Galilea (Kerep)
9. Tiberias (Cerme)
Warga Jemaat Laki-laki291
Warga Jemaat Perempuan242
Warga Anak115
Pekerjaan MasyarakatEnterpreneur
Pendidikan MasyarakatD1-S1
Budaya / TradisiJawa
Konteks MasyarakatKota Kabupaten
Wilayah BerkembangYa
Relasi Antar AgamaHarmonis
Gedung Gereja1
Kapanditan1
Bale Pamitran1
Ruang Ibadah Anak1
Tanah Pekarangan1
Sawah2
Tanah MakamTidak Ada
Keterangan Mengenai Aset JemaatTanah makam milik desa Wonoasri
Mayoritas Pekerjaan Warga JemaatEnterpreneur dan Karyawan
Pendidikan Warga JemaatD1-S1
Kategori JemaatJemaat Heterogen (Jumlah Warga Jemaat sekitar 31-69% dari jumlah penduduk setempat)
Kehadiran dalam Ibadah50-79 %
TK/PAUDDekat (0-5 Km)
SD/SederajatDekat (0-5 Km)
SLTP/ SederajatDekat (0-5 Km)
SLTA/ SederajatDekat (0-5 Km)
Perguruan TinggiDekat (0-5 Km)
Bidan/Mantri PraktekDekat (0-5 Km)
Puskesmas/KlinikDekat (0-5 Km)
Rumah SakitDekat (0-5 Km)
Kantor Pemerintah DesaDekat (0-5 Km)
Kantor KecamatanDekat (0-5 Km)
Kantor Pelayanan PublikDekat (0-5 Km)
KoperasiDekat (0-5 Km)
BankDekat (0-5 Km)
PasarDekat (0-5 Km)
Terminal Angkutan UmumDekat (0-5 Km)
Stasiun KADekat (0-5 Km)
BandaraSedang (6-19 Km)
Program Utama JemaatMenumbuhkan potensi warga jemaat serta kondisi geografis jemaat dengan memberi ketrampilan untuk dapat menumbuhkan ekonomi warga jemaat.
Ketercapaian Anggaran 5 Tahun TerakhirRata-rata 80-89%
Catatan atau Informasi lain mengenai JemaatData Pendeta dan Guru Injil yang pernah bertugas di Jemaat
1. Mattheus Aniep (1855 – 1865)
2. Jeso (1866 –
3. Benojo Pranoto ( – 1936)
4. Tianan Sinias (1937 – 1940)
5. Sisto Srojo (1941 – 1942)
6. Nutrijo Robin (1943 – 1949)
7. Tenitiomo Tresno Wijoto (1949 – 1954)
8. Kasmadi (1954 – 1960)
9. Soenjoto (1962 – 1965)
10. Gideon Joram (1966 – 1987)
11. Siswonoto Kas (1988 – 1998)
12. Pudi Teguh Mardiyuwono (1998-2000)
13. Bambang Purwoadi Santoso, S.Th. (2003
14. Sudjianto, S.Si. (2013 – 2021)
15. Sandhi Hadiwijaya, S.Si. (2021 – sekarang)