| Majelis Daerah | Jombang SB |
| Jemaat | Sumbergondang |
| Alamat | Dsn. Sumbergondang, RT 001/RW 002, Ds. Sumberbanjar Kec. Bluluk, Kab. Lamongan |
| Jadwal Ibadah | Wilayah Sumbergondang : Pk. 07.00 WIB (Indonesia/Jawa) Wilayah Modo : Pk. 07.30 WIB (Indonesia/Jawa) Wilayah Ngimbang : Pk. 08.00 WIB (Indonesia/Jawa) Wilayah Lawanganagung : Pk. 08.30 WIB (Indonesia/Jawa) |
| Sejarah | TAHUN 1864-1895 Konon Pak Purwo, seorang pemburu Babi Hutan (celeng) dari desa Bongsorejo Kabupaten Jombang, dating ke wilayah Bluluk. Tepatnya dusun Polaman, desa Bluluk, Kecamatan Bluluk Kabupaten Lamongan. Ia dating dan bermalam di rumah Kyai Irowono yang rumahnya tidak jauh dari hutan. Gelar Kyai untuk mbah Irowono ini bukan karena jabatan atau kepandaiannya di bidang agama atau keterampilannya di bidang olah kanuragan, namun gelar tersebut diatas diperoleh karena profesinya sebagai guru rampok (guru kampak). Singkat cerita Pak Purwo diterima dengan baik dan senang hati, bahkan Pak Purwo dijamu (disambut) baik sekali. Disaat makan, sebelum dan sesudahnya Pak Purwo selalu berdoa. Hal itu selalu diamati oleh Kyai Irowono. Kyai Irowono merasa heran melihat perilaku Pak Purwo yang dianggap aneh. Selanjutnya setelah selesai makan Kyai Irowono meminta keterangan kepada Pak Purwo tentang arti dan maksud dari semua yang telah ia lakukan. Dari situlah permulaan pembicaraan tentang Yesus Kristus. Cerita tentang Yesus Kristus itu didengarkan dengan penuh perhatian oleh Kyai Irowono. Ia banyak mengajukan pertanyaan tentang Yesus Kristus dan seputar agama Kristen. Sampai-sampai Pak Purwo tidak bias memberi jawaban yang memuaskan hati Kyai Irowono. Karena itu Ia meminta supaya Kyai Irowono dating ke Bongsorejo. Disana Ia akan dikenalkan dengan seorang Guru Injil yang bernama Widrik dengan pengharapan akan daoat penjelasan. Namun Kyai Irowono belum tau letak desa Bongsorejo. Pak Purwo menunjukan arah selatan dan berkata “Disana dekat kota Jombang”. Dengan penuh heran Kyai Irowono bertanya “Apa? Di Selatan?” . Seraya Ia ingat dengan cerita dari ayahnya almarhum. Dikatakannya bahwa ayahnya pernah bermimpi tentang “Terang yang sejati itu datang dari arah selatan”. Sebelum meninggal dunia ia berpesan kepada Kyai Irowono (anaknya) agar mencari “terang yang sejati” itu ke arah selatan. Dan Kyai Irowono berjanji akan menjalankan amanah/pesan ayahnya. Tapi sampai saat itu Kyai Irowono belum sempat mencari “terang yang sejati” tersebut sehingga, kedatangan Pak Purwo saat itu dianggap sebagai peringatan akan janji yang pernah diucapkan dulu. Karena itulah Kyai Irowono menyanggupi Pak Purwo untuk datang ke Bongsorejo sesegera mungkin. Ternyata kesanggupan Kyai Irowono itu bukan sekedar basa basi. Ia menepati janjinya. Dan pada suatu hari ia benar-benar datang ke Bongsorejo. Oleh Pak Purwo, Kyai Irowono juga dikenalkan dengan Pendeta Cruyt Sepuh di Mojowarno. Setelah itu nama Kyai Irowono yang bekas perampok/begal itu juga dikenal oleh orang Mojowarno. Dihadapan pendeta Cruyt Sepuh, Kyai Irowono mengungkapkan seluruh isi hatinya berkaitan dengan Yesus Kristus dan hidup baru. Mula-mula Pendeta Cruyt tidak tahu apa yang harus diperbuat terhadap Kyai Irowono yang bekas perampok itu. Pendeta Cruyt tidak tergesa-gesa untuk melayani permintaan Kyai Irowono untuk dibaptis. Oleh karena ketaatannya untuk menjalani perintah dan ajaran yang diberikan oleh Pendeta Cruyt dan keinginannya untuk dibaptis di Gereja Mojowarno. Setelah menerima baptisan, kehidupan Kyai Irowono berubah menjadi orang baik. Bahkan sepulang dari Moojowarno ia mulai mengabarkan injil kepada teman-teman di desanya dan desa-desa sekitarnya. Antara lain: 1. Desa Mojopangi (kecamatan Kedungadem) : Bpk. Ronosetro 2. Desa Nggondang (kecamatan Modo) : Bpk. Sodi (mbah Darmo) 3. Desa Sreto (kecamatan Bluluk) : Bpk Pande 4. Desa Banjar (kecamatan Bluluk) : Bpk Singodjembek, Bpk Sidik 5. Desa Ngasemlemahbang (kecamatan Ngimbang) : Bpk Truno Gathok, Bpk Dipotjeleng, Bpk Baridin, Bpk Ngadiman 6. Desa Sumbergondang (kecamatan Bluluk) : Bpk. Nyo Pekabaran Injil pada jaman Kyai Irowono berjalan dari tahun 1864 sampai dengan 1895 di beberapa kecamatan di kabupaten Lamongan wilayah selatan. Dimulai dari kecamatan Kedungadem, Kecamatan Bluluk, Modo, Ngimbang. Sekitar 40 orang telah dibaptis oleh Pendeta Cruyt di Gereja Mojowarno. Kyai Irowono bersama orang-orang yang telah menerima baptis kemudian membangun rumah ibdah/gedung gereja di Sumbergondang (lokasi gereja sekarang) dengan biaya sendiri. Gedung gereja ini diresmikan oleh Pendeta Cruyt pada tanggal 20 Agustus 1895. Sehingga setiap tanggal 20 Agustus sejak tahun 1895 ditetapkan sebagai tahun berdirinya Greja Kristen Jawi Wetan Jemaat Sumbergondang. |
| File sejarah | https://drive.google.com/open?id=1BPO9aZwQUTZIMIiWmLgkYTmZq5PMqas5 |
| HUT / Tanggal Berdiri | 20/08/1895 |
| Wilayah Pelayanan | Persebaran warga jemaat GKJW Sumbergondang (Induk) meliputi: Ds. Sumberbanjar, Kec. Bluluk, Kab. Lamongan (2 KM) Persebaran Wilayah Ngimbang: Pesebaran Wilayah Modo: Persebaran Wilayah Lawanganagung: Keluarga Marenco: |
| Pepanthan/Blok/Rayon | Nama: Wilayah Ngimbang Alamat: Jl. Pramuka, Ds. Ngimbang, Kec. Ngimbang, Kab. LamonganNama : Wilayah Modo Alamat : Ds. Mojorejo, Kec. Modo, Kab. Lamongan Nama : Wilayah Lawanganagung |
| Warga Jemaat Laki-laki | 119 |
| Warga Jemaat Perempuan | 130 |
| Warga Anak | 51 |
| Pekerjaan Masyarakat | Petani |
| Pendidikan Masyarakat | SMA (Sederajat) |
| Budaya / Tradisi | Jawa |
| Konteks Masyarakat | Desa Pertanian/Perkebunan |
| Wilayah Berkembang | Ya |
| Relasi Antar Agama | Baik |
| Gedung Gereja | 4 |
| Kapanditan | 1 |
| Bale Pamitran | Tidak Ada |
| Ruang Ibadah Anak | 1 |
| Tanah Pekarangan | Tidak Ada |
| Sawah | 2 |
| Tanah Makam | Tidak Ada |
| Keterangan Mengenai Aset Jemaat | |
| Mayoritas Pekerjaan Warga Jemaat | Petani |
| Pendidikan Warga Jemaat | SMA (Sederajat) |
| Kategori Jemaat | Jemaat Minoritas (Jumlah Warga Jemaat kurang dari 30% jumlah penduduk setempat) |
| Kehadiran dalam Ibadah | 50-79 % |
| TK/PAUD | Dekat (0-5 Km) |
| SD/Sederajat | Dekat (0-5 Km) |
| SLTP/ Sederajat | Dekat (0-5 Km) |
| SLTA/ Sederajat | Sedang (6-19 Km) |
| Perguruan Tinggi | Jauh (Diatas 20 Km) |
| Bidan/Mantri Praktek | Dekat (0-5 Km) |
| Puskesmas/Klinik | Dekat (0-5 Km) |
| Rumah Sakit | Sedang (6-19 Km) |
| Kantor Pemerintah Desa | Dekat (0-5 Km) |
| Kantor Kecamatan | Sedang (6-19 Km) |
| Kantor Pelayanan Publik | Sedang (6-19 Km) |
| Koperasi | Sedang (6-19 Km) |
| Bank | Sedang (6-19 Km) |
| Pasar | Sedang (6-19 Km) |
| Terminal Angkutan Umum | Sedang (6-19 Km) |
| Stasiun KA | Jauh (Diatas 20 Km) |
| Bandara | Jauh (Diatas 20 Km) |
| Program Utama Jemaat | Peningkatan Ekonomi Warga Jemaat, khususnya dalam penyediaan lahan pekerjaan dan wirausaha bagi para pemuda dewasa jemaat |
| Ketercapaian Anggaran 5 Tahun Terakhir | Rata-rata 80-89% |
| Catatan atau Informasi lain mengenai Jemaat | Rumah Ibadah Pepanthan Ngimbang masih belum dapat digunakan kembali pasca penolakan oleh Ormas setempat pada tahun 2018 |

