Jemaat Probolinggo

Majelis DaerahMalang III Timur
JemaatProbolinggo
AlamatJalan Cipto Mangunkusumo No. 1 Probolinggo
Jadwal IbadahIbadah Umum I : Pk.08.00 Wib
(Minggu I-III : Bahasa Indonesia, Minggu Ke-IV : Bahasa Jawa)Ibadah Umum II : Pk. 17.00 Wib

Ibadah Remaja : Pk. 08.00 Wib

Ibadah Umum Sukapura : Pk. 09.00 Wib

SejarahBerita injil di Kota Probolinggo sudah terdengar sebelum tahun 1930. Berita injil tersebut dibawa dalam bentuk puji-pujian dan kotbah-kotbah oleh Rohaniawan Kristen. Adapun waktu itu jumlah orang-orang Kristen masih sedikit. Tetapi itu tidak menyurutkan semangat dan kehausan tentang Firman Tuhan. Maka di adakan persekutuan setiap hari minggu di Gereja melayu ( sekarang gereja GPIB ) dengan bahasa Indonesia sebagai pengantar, dan diikuti oleh bermacam-macam golongan dan suku. Persekutuan tersebut dilayani oleh pendeta belanda dari Surabaya. Tepat pada tahun 1930 baru dilayani oleh guru injil yang bernama bapak Asriban.

Ketika sudah dianggap perlu, maka sekumpulan suku Jawa dalam persekutuan tersebut membentuk suatu komunitas persekutuan sendiri, yang dimotori keluarga bapak Sarinoto / ibu Marinten dan Keluarga bapak Moetojo. Pelayanan ibadah dilaksanakan di rumah jemaat (karena pada saat itu belum punya gedung greja sendiri ) yaitu di jalan Arabische street ( sekarang jalan Suyoso ) Yang dilayani oleh guru injil Bapak Darmoadi. Ini adalah cikal bakal berdirinya Jemaat GKJW Probolinggo. Kemudian pada tahun 1933 pelayan jemaat diganti oleh guru injil bapak R. Wiryodarmono, dan tempat ibadah di pindah di jalan Malaise Street ( sekarang jalan Kartini ). Pelayanan Jemaat pada waktu itu dikoordinir oleh pendeta Belanda yang bernama BWG Gramberg yang berkedudukan di Surabaya. Pada saat itu sudah dibentuk Road jemaat (majelis jemaat ) yang terdiri dari 5 orang dan diketuai oleh guru injil.

Dari waktu ke waktu jumlah jemaat semakin banyak sekitar 30-50 orang setiap kebaktian minggu, maka dalam rapat majelis pada tanggal 11 Juni 1933 menetapkan untuk mendirikan gedung greja. Kemudian pada tanggal 10 Juli 1933 jemaat membeli sebidang tanah dengan harga 230 Gulden yang diambil dari kas jemaat.

Kemudian dilaksanakanlah pembangunan gedung greja tersebut dengan menelan biaya 2120,185 Gulden. Adapun dananya diperoleh dari swadaya jemaat dan pinjaman dari Freeds Fouds sebesar 1000 gulden yang harus dilunasi selama 5 tahun dengan bunga 3% pertahun. Dengan bantuan dari Bupati Kanjeng Tumenggung R. Poedjo Gandru (pada saat itu) dan swadaya jemaat, maka pinjaman tersebut dapat di lunasi. Pada tanggal 18 Maret 1934 gedung Greja Kristen Jawi Wetan ( GKJW ) telah resmi digunakan sampai sekarang.

Pelayan GKJW Jemaat Probolinggo dari tahun 1933 sampai sekarang adalah :
1. 1930 -1933 oleh Bapak Guru Injil Darmoadi
2. 1933 -1937 oleh bapak Guru Injil R. Wiryodarmono
3. 1937-1938 (tidak ada bukti sejarah dan masih di cari )
4. 1938 – 1939 oleh bapak Guru Injil dari jemaat Pasuruan selaku konsulen
5. 1939 -1941 oleh bapak Sayogya
6. 1941 – 1944 oleh bapak Pdt. R Noegroho
7. 1944 – 1945 Terjadi pencobaan besar oleh tentara jepang. Bapak Pdt R.Noegroho di tangkap.
8. 1945 -1950 oleh bapak Pdt. R. Noegroho ( setelah di bebaskan oleh tentara Jepang)
9. 1951-1953 di layani sendiri oleh jemaat
10. 1953-1955 oleh bapak Guru Injil Rinekso
11. 1955 -1963 oleh Pdt. R. Sutejo Waringin
12. 1963 -1964 oleh Pdt. Prawiro Akas
13. 1964 -1965 Dilayani oleh majelis jemaat sendiri dan dilanjutkan oleh bapak Pdt.Widayat Mistro selaku vikaris
14. 1966 – 1980 oleh bapak Pdt. Widayat Mistro setelah di tahbiskan menjadi pendeta.
15. Awal 1980 – Juni 1980 oleh bapak Vikaris Sri Hardhianto S.Th.
16. Juni 1980 – November 1989 oleh bapak Pdt Widodo Kamso
17. November 1989 – Agustus 1990 oleh bapak Pdt M. Andreas selaku pendeta konsulen
18. 12 Agustus 1990 – 8 Mei 2001 oleh bapak Pdt. Nuri Adiwijoto Sm.Th.
19. 8 Mei 2001 – Agustus 2008 oleh bapak Pdt Hari Purwantoko, STh.
20. Agustus 2008 – November 2017 bapak Pdt. Setyobudi Kristianto, Mmin.
21. November 2017 sd sekarang bapak Pdt. Patria Yusak, S.Si.

File sejarah
HUT / Tanggal Berdiri3/18/1934
Wilayah PelayananWilayah pelayanan meliputi Kota Probolinggo (5 Kecamatan, 29 Kelurahan dengan luasan 56,68Km2) dan Kabupaten Probolinggo (18 Desa, 9 Kecamatan dengan luasan 1.696 Km2)
Pepanthan/Blok/Rayon
Warga Jemaat Laki-laki236 jiwa
Warga Jemaat Perempuan256 jiwa
Warga Anak29 jiwa
Pekerjaan MasyarakatSemua diatas kecuali Nelayan
Pendidikan MasyarakatD1-S1
Budaya / TradisiCampuran berbagai budaya
Konteks MasyarakatKota Kabupaten
Wilayah BerkembangYa
Relasi Antar AgamaHarmonis
Gedung Gereja1
Kapanditan1
Bale Pamitran1
Ruang Ibadah Anak3
Tanah Pekarangan1
SawahTidak Ada
Tanah Makam1
Keterangan Mengenai Aset Jemaat
Mayoritas Pekerjaan Warga JemaatSemua diatas kecuali Nelayan
Pendidikan Warga JemaatD1-S1
Kategori JemaatJemaat Minoritas (Jumlah Warga Jemaat kurang dari 30% jumlah penduduk setempat)
Kehadiran dalam Ibadah31-49 %
TK/PAUDDekat (0-5 Km)
SD/SederajatDekat (0-5 Km)
SLTP/ SederajatDekat (0-5 Km)
SLTA/ SederajatDekat (0-5 Km)
Perguruan TinggiSedang (6-19 Km)
Bidan/Mantri PraktekDekat (0-5 Km)
Puskesmas/KlinikDekat (0-5 Km)
Rumah SakitDekat (0-5 Km)
Kantor Pemerintah DesaDekat (0-5 Km)
Kantor KecamatanDekat (0-5 Km)
Kantor Pelayanan PublikDekat (0-5 Km)
KoperasiDekat (0-5 Km)
BankDekat (0-5 Km)
PasarDekat (0-5 Km)
Terminal Angkutan UmumDekat (0-5 Km)
Stasiun KADekat (0-5 Km)
BandaraJauh (Diatas 20 Km)
Program Utama Jemaat1). Kegiatan Donor Darah bekerjasama dengan Kelurahan setempat untuk warga sekitar.
2). Pelayanan Gratis Kesehatan Warga.
3). Bantuan Pelayanan Pemakaman bagi warga Kristen yang berasal dari luar kota Probolinggo.
Ketercapaian Anggaran 5 Tahun TerakhirRata-rata 100%
Catatan atau Informasi lain mengenai JemaatLokasi Tanah Makam GKJW Jemaat Probolinggo berlokasi di Desa Branggah, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo