Jemaat Donorojo

Majelis DaerahMadiun
JemaatDonorojo
AlamatRT. 01 RW.02 DUSUN DRUJU DESA DONOROJO KECAMATAN DONOROJO KABUPATEN PACITAN PROVINSI JAWA TIMUR
Jadwal IbadahIbadah Minggu : Minggu, Pukul 07.00 WIB
Ibadah KPAR : Minggu, Pukul 07.00 WIB
Ibadah Bapak-Bapak : Selasa, Minggu ke 1 Pk 18.00 WIB
Ibadah KPPW : Selasa, Minggu ke 2 Pk 17.00 WIB
Ibadah Adiyuswa : Selasa, Minggu ke 3 Pk 16.00 WIB
Ibadah Rumah Tangga : Kamis, Pukul 17.00 WIB
Ibadah Pemuda : Sabtu, Minggu ke 2 & 4 Pukul 17.00 WIB
Untuk Ibadah Minggu pada Minggu ke-1 dan Minggu ke-5 pada setiap bulannya menggunakan Bahasa Jawa
SejarahGreja Kristen Jawi Wetan di Donorojo memiliki sejarah yang berbeda. Bermula pada tahun 1964 seorang mantri kesehatan berdinas di Kecamatan Donorojo. Beliau adalah Bp. Biso Sutrisno seorang Kristen yang berjemaat disalah satu GKJ di wilayah Yogyakarta. Karena tugas menjadi mantri kesehatan di Donorojo maka Bp. Biso Sutrisno mengajak seluruh anggota keluarganya untuk tinggal di Donorojo. Sebagai keluarga Kristen yang hanya sendirian maka kerinduan bersekutu sebagaimana di tempat asalnya sangat sulit diwujudkan. Atas kerinduan bersekutu inilah maka keluarga ini berusaha mencari saudara seiman terdekat. Alhasil, keluarga ini kemudian membangun persekutuan dengan GKJ Baturetno. Sekian lamanya keluarga Bp. Biso Sutrisno tergabung di GKJ Baturetno menjadikan ikatan kekeluargaan antara GKJ Baturetno dengan keluarga ini terjalin dengan kuat.
Seiring berjalannya waktu, Tuhan juga mengutus beberapa keluarga Kristen lainnya untuk tinggal di wilayah Donorojo. Sampai dengan tahun 70-an tercatat ada tiga keluarga yang tinggal di wilayah in Mereka adalah keluarga Bp. Sunarto W.S. dan keluarga Bp. Sularno. Sebagai sesama orang Kristen maka mereka bersepakat untuk mengadakan persekutuan di rumah Bp. Biso Sutrisno. Sampai dengan tahun 1974 ketika di pepanthan Pacitan dilayani oleh seorang Guru Injil Muyaji maka persekutuan keluarga Kristen di Donorojo tergabung di dalamnya. Namun demikian ikatan persekutuan di GKJ Baturetno juga tetap berjalan dengan baik.
Hari demi hari persekutuan keluarga Kristen di Donorojo ini terus bertambah jiwa. Sampai akhirnya persekutuan ini memiliki kerinduan untuk memiliki gedung gereja. Pada tahun 1983 persekutuan keluarga Kristen ini mulai memiliki gedung gereja sendiri atas persembahan sebidang tanah oleh keluarga Bp. Biso Sutrisno. Bangunan sederhana mulai didirikan dan ibadah kini menempati gedung gereja yang sudah dibangun setelah sekian lamanya beribadah di rumah keluarga Bp. Biso Sutrisno. Perkembangan jumlah warga di wilayah Donorojo juga menjadikan bangunan yang sudah dibangun terus ditambah dengan semangat membangun persekutuan mandiri dan menjadi berkat hingga akhirnya bersama para warga Kristen dan untuk kedua kalinya keluarga Bp. Biso Sutrisno menghibahkan kembali sebidang tanah untuk memperluas gereja yang sudah ada. Kedua bidang tanah itu bersebelahan sehingga kini kompleks gereja menjadi luas.
Bertambah banyaknya warga jemaat di wilayah Donorojo karena banyaknya pula pendatang yang beragama Kristen masuk ke wilayah tersebut. Sehingga latarbelakang gereja warga Donorojo sangat beragam. Semangat pelayanan dan persekutuan yang tinggi mendorong Donorojo untuk mulai belajar menjadi jemaat mandiri. Hingga akhirnya pada tahun 2002 pepanthan Donorojo dijadikan Capas Donorojo sebagai upaya melatih dan memberikan kesempatan untuk menjadi jemaat mandiri.
Letak gereja Donorojo ditengah-tengah pemukiman masyarakat desa Druju yang mayoritas beragama muslim. Namun demikian hubungan antara lingkungan masyarakat dengan gereja sungguh terjalin sangat baik. Bahkan setiap kegiatan yang dilakukan oleh gereja selalu melibatkan masyarakat sekitar. Jalinan hubungan baik ini berlanjut hingga saat ini. Bahkan di tahun 2010 kepanitiaan Natal ditangani oleh masyarakat sekitar. Gereja bukan menjadi bagian asing masyarakat karena itulah ketika proses pengurusan IMB di tahun 2007 justru masyarakat yang menawarkan diri untuk melengkapi persyaratan administrasinya.
Dalam proses pengurusan administrasi itu ada kelompok-kelompok tertentu yang menyusup dan berupaya mengoyakkan jalinan kerjasama yang baik antara masyarakat dengan gereja. Namun karena gereja dianggap bagian utuh dari masyarakat maka masyarakat sekitarlah yang membela habis-habisan proses pengurusan IMB itu. Sampai akhirnya di tahun 2009 IMB itu dimiliki oleh gereja. Jalinan komunikasi gereja dengan masyarakat memang terjadi bukan hanya sesaat karena memang telah dilakukan semenjak bangunan gereja ini ada. Keterlibatan gereja dalam pembangunan infrastruktur jalan kampung, sumber air bersih bagi masyarakat dan bahkan keterlibatan gereja dalam kegiatan kemasyarakatan terus dilakukan setiap saat. Proses pendewasaan Greja Kristen Jawi Wetan Jemaat Donorojo telah sampai pada titik, dimana harus ditahbiskan menjadi Jemaat yang dewasa dan mandiri. Seiring dengan berjalannya waktu maka Peresmian Greja Kristen Jawi Wetan Jemaat Donorojo menjadi Jemaat ke 165 pada tanggal 5 Oktober 2014.
Pada tahun 2014, status calon jemaat berganti menjadi gereja mandiri atau jemaat. Hal tersebut kemudian menyusul dibentuknya struktur gereja dan sudah tidak lagi menginduk ke GKJW Pacitan. Kemudian pada tahun 2015, gereja tersebut memiliki pendeta bernama Pdt. Maria Teofani Widayat, SSi. Beliau menjadi menjadi pendeta pertama di GKJW Donorojo yang selanjutnya dalam waktu 4 tahun berselang berpindah tugas untuk menjalani pendidikan S2 dan berlanjut ditugaskan di jemaat GKJW di daerah Surabaya. Kemudian Jemaat Donorojo mulai tahun 2020 sampai sekarang (2023 berjalan) sebagai pendeta yang melayani yaitu Pdt. Yohanes Candra Dwi Santoso, S.Si.
File sejarah
HUT / Tanggal Berdiri10/5/2014
Wilayah PelayananLingkup pelayanan GKJW Donorojo ±129km2
Desa Belah Kecamatan Donorojo
Desa Donorojo Kecamatan Donorojo
Desa Gendaran Kecamatan Donorojo
Desa Mantren Kecamatan Punung
Desa Punung Kecamatan Punung
Desa Kendal Kecamatan Punung
Desa Piton Kecamatan Punung
Desa Tinatar Kecamatan Punung
Desa Gedongrejo Kecamatan Giriwoyo Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah
Pepanthan/Blok/Rayon
Warga Jemaat Laki-laki26
Warga Jemaat Perempuan32
Warga Anak33
Pekerjaan MasyarakatWIRASWASTA / PEDAGANG
Pendidikan MasyarakatSMA (Sederajat)
Budaya / TradisiJawa
Konteks MasyarakatKota Kecamatan
Wilayah BerkembangYa
Relasi Antar AgamaHarmonis
Gedung Gereja1
Kapanditan1
Bale Pamitran1
Ruang Ibadah Anak1
Tanah Pekarangan1
SawahTidak Ada
Tanah MakamTidak Ada
Keterangan Mengenai Aset JemaatUntuk Tanah Makam telah disediakan lokasi pemakaman khusus untuk warga Kristen dan Katolik dari pihak Desa di wilayah Kecamatan Donorojo dan Wilayah Kecamatan Punung dan bisa juga dimakamkan di pemakaman umum yang ada di Desa masing-masing warga jemaat
Mayoritas Pekerjaan Warga JemaatWIRAUSAHA
Pendidikan Warga JemaatSMA (Sederajat)
Kategori JemaatJemaat Heterogen (Jumlah Warga Jemaat sekitar 31-69% dari jumlah penduduk setempat)
Kehadiran dalam Ibadah80-99 %
TK/PAUDDekat (0-5 Km)
SD/SederajatDekat (0-5 Km)
SLTP/ SederajatDekat (0-5 Km)
SLTA/ SederajatSedang (6-19 Km)
Perguruan TinggiJauh (Diatas 20 Km)
Bidan/Mantri PraktekDekat (0-5 Km)
Puskesmas/KlinikDekat (0-5 Km)
Rumah SakitSedang (6-19 Km)
Kantor Pemerintah DesaDekat (0-5 Km)
Kantor KecamatanDekat (0-5 Km)
Kantor Pelayanan PublikDekat (0-5 Km)
KoperasiDekat (0-5 Km)
BankDekat (0-5 Km)
PasarDekat (0-5 Km)
Terminal Angkutan UmumJauh (Diatas 20 Km)
Stasiun KAJauh (Diatas 20 Km)
BandaraJauh (Diatas 20 Km)
Program Utama JemaatPelayanan Teologi, Daya dan Dana
Ketercapaian Anggaran 5 Tahun TerakhirRata-rata 100%
Catatan atau Informasi lain mengenai Jemaat