Jemaat Gedangan

Majelis DaerahKediri Utara 1
JemaatGedangan
AlamatDUSUN GEDANGAN RT 01/RW 01 DESA KLAMPISAN KEC KANDANGAN KEDIRI JATIM
Jadwal IbadahIBADAH MINGGU DAN KATEGORIAL
1.INDUK GEDANGAN JAM 07:00 SORE 17:00 BAHASA INDONESIA DAN JAWA
2.PEP KANDANGAN JAM 06:00 BAHASA INDONESIA DAN JAWA
3.PEP MLOYO JAM 07:00 BAHASA INDONESIA DAN JAWA
4.PEP MLANCU JAM 07:00 BAHASA INDONESIA DAN JAWA
5.PEP SLUMBUNG JAM 07:00 BAHASA INDONESIA DAN JAWA
6.PEP MEDOWO JAM 09:00 BAHASA INDONESIA DAN JAWA
Sejaraha. Gedangan (Induk Gedangan)
Awal mula GKJW Jemaat Gedangan dimulai sekitar tahun 1890 ketika tiga orang bersaudara yakni Lesanpura atau Nadi, Condro dan seseorang lagi yang tidak diketahui namanya. Mereka berasal dari Mojowarno yang hendak membuka lahan di sekitar Gedangan untuk pertanian dan membangun hunian mereka juga. Jiwanya sebagai seorang Kristen, mereka pun menyiapkan lahan untuk gereja. Pola yang umum dilakukan oleh orang-orang Kristen pribumi era itu. Dimana mereka membangun pemukiman baru untuk pertanian dan desa yang baru. Setelah dirasa semakin baik lahan yang baru dibuka tersebut, mereka kemudian mengajak serta anggota keluarga mereka ke Gedangan. Baru kemudian pada tahun 1910 didirikanlah gedung gereja Gedangan di tempat yang telah dipersiapkan, setelah pemukiman baru tersebut semakin ramai.Bangunan gereja awalnya dibangun dari daduk (tebu kering), baru kemudian padatahun 1935 dibangun kembali menjadi bangunan semi permanen. Pembangunan Gedung gereja tahun 1935 inilah yang diambil sebagai hari lahir GKJW Jemaat Gedangan. Hal ini diabadikan dengan tulisan Palawa di depan gereja yang tertuliskan: “Sucining NalaManjing Semedi”, yang berarti “1953”. Seiring dengan pemugaran gedung gereja yangberlangsung setelahnya, saat ini, tulisan Palawa tersebut sudah tidak ada.Peristiwa tahun 1965-1967 yang dikenal sebagai masa pembubaran Partai KomunisIndonesia menyebabkan banyak orang yang mencari perlindungan ke gereja Gedangan.Gereja menjadi alternatif tempat perlindungan bagi anggota PKI maupun yang dicapsebagai PKI maupun yang dituduh terkait dengan PKI. Hal ini menjadi wajar banyakberdampak di wilayah GKJW Gedangan, karena Kediri dan Blitar menjadi basis kuat masaPKI. Selain itu, gereja menjadi pilihan tempat yang aman dikarenakan pola pemberantasan PKI dibangun dan dibenturkan antara ideologi Teistik (agama) melawanAteistik (PKI). Sehingga benturan antara Islam dan PKI sangat keras dan Kristen (sebagai salah satu agama yang diakui di Indonesia) menjadi salah satu alternatif pilihan tempat yang aman bagi mereka.Dari mereka yang datang ke Gedangan mencari perlindungan, ada beberapa yang pergi meninggalkan Gedangan dan juga ada yang menetap di Gedangan dan bersedia untuk mengikuti dan masuk Kristen. Pada sekitar tahun 1965, gereja banyak menerima warga baru, yang sebagian besar dikarenakan peristiwa pemberantasan PKI oleh militer dan para militer berbasis keagamaan. Situasi yang demikian menjadi “lahan” untuk terus menebar berita Injil. Dimana pada tahun 1968, GKJW Jemaat Gedangan bekerjasama dengan jemaat Kasembon untuk melakukan Pekabaran Injil di wilayah Mbulung,Kasembon – sekarang menjadi pepanthan Mbulung, Jemaat Ngantang. Wilayah Mbulung sendiri merupakan kantong PKI sampai tahun 1972.Penambahan jumlah warga jemaat semakin meningkat pada sekitaran tahun tersebut, sehingga diperlukan penataan administrasi yang memadai untuk menunjang pelayanan. Di samping aspek administrasi gerejani penting di dalam pelayanan bagiwarga, menurut penyusun perlu juga dipertimbangkan konteks sosial-politik tahun-tahuntersebut mengenai isu PKI. Sehingga pencatatan kewargaan seseorang menjadi salah satucara untuk menjawab pergumulan warga jemaat yang terafiliasi maupun yang dicap sebagai anggota PKI.Peristiwa PKI (sebutlah demikian) membuat gereja “panen raya” dalam artian banyak penambahan warga jemaat, yang memerlukan pembinaan dan pelayanan. Khususnya,kita bisa membayangkan, bagaimana dalam waktu yang singkat penambahan jumlah yang banyak dan dengan waktu untuk diterima serta disahkan sebagai warga jemaat,gereja menata pembinaan dan adiministrasi. Dalam aspek pembinaan misalnya, tentu akan mengalami persoalan dimana proses katekisasi warga calon dimampatkan. Kita bisa membayangkan bagaimana pada akhirnya warga baru tersebut hidup dalam kedalaman pengajaran Kristen.Pada tahun 1972 sampai dengan 1988, di masa pelayanan Pdt. Giyarno Ragil, JemaatGedangan berupaya menata administrasi gereja. Dan pada tahun 1977 juga dilangsungkan renovasi gereja dan perbaikan pastori pada tahun 1982. Sampai dengan tahun 1988 pembangunan dan renovasi belum selesai, dan proses pembangunannya diteruskan oleh pendeta konsulen Pdt. Sih Ageng (1988-1991). Dan pada tahun 1991 dibangunlah gedung gereja seperti yang ada sekarang ini. Sementara itu jumlah warga jemaat tercatat pada saat itu sebanyak 157 KK.
File sejarahhttps://drive.google.com/open?id=1DXaX6QykgxlWl-g_k0PiRLOJJ8iHX1s4
HUT / Tanggal Berdiri8/8/1934
Wilayah PelayananpelayananWilayah pelayanan GKJW jemaat gedangan meliputi kecamatan kandangan kabupaten kediri paling timur dan juga berbatasan dengan wilayah jombang dan Sebagian kecil wilayah kecamatan kasembon malang paling barat
LUAS KURANG LEBIH 25 KM
Pepanthan/Blok/Rayon1.PEPANTHAN KANDANGAN ALAMAT DUSUN PRAMBATAN DS.KANDANGAN
2.PEPANTHAN MLOYO ALAMAT JL.DURIAN,RT01/RW03 DSN MLOYO,DS MLANCU
3.PEPANTHAN MLANCU ALAMAT JL.GATOT KACA,DSN MLANCU.DS MLANCU
4.PEPANTHAN SLUMBUNG ALAMAT DSN SLUMBUNG,RT02/RW02 DS.MLANCU
5.PEPANTHAN MEDOWO ALAMAT DUSUN SIDOREJO,DS MEDOWO
Warga Jemaat Laki-laki238 jiwa
Warga Jemaat Perempuan233 jiwa
Warga Anak121 anak
Pekerjaan MasyarakatPetani
Pendidikan MasyarakatSMP (Sederajat)
Budaya / TradisiJawa
Konteks MasyarakatDesa Pertanian/Perkebunan
Wilayah BerkembangYa
Relasi Antar AgamaHarmonis
Gedung Gereja6
Kapanditan1
Bale PamitranTidak Ada
Ruang Ibadah Anak6
Tanah Pekarangan2
Sawah7
Tanah Makam1
Keterangan Mengenai Aset Jemaat1 lahan parkir di pep kandangan
Mayoritas Pekerjaan Warga JemaatPetani
Pendidikan Warga JemaatSMP (Sederajat)
Kategori JemaatJemaat Minoritas (Jumlah Warga Jemaat kurang dari 30% jumlah penduduk setempat)
Kehadiran dalam Ibadah50-79 %
TK/PAUDDekat (0-5 Km)
SD/SederajatDekat (0-5 Km)
SLTP/ SederajatDekat (0-5 Km)
SLTA/ SederajatSedang (6-19 Km)
Perguruan TinggiJauh (Diatas 20 Km)
Bidan/Mantri PraktekDekat (0-5 Km)
Puskesmas/KlinikDekat (0-5 Km)
Rumah SakitSedang (6-19 Km)
Kantor Pemerintah DesaDekat (0-5 Km)
Kantor KecamatanDekat (0-5 Km)
Kantor Pelayanan PublikDekat (0-5 Km)
KoperasiDekat (0-5 Km)
BankDekat (0-5 Km)
PasarDekat (0-5 Km)
Terminal Angkutan UmumDekat (0-5 Km)
Stasiun KAJauh (Diatas 20 Km)
BandaraJauh (Diatas 20 Km)
Program Utama Jemaat1.PENINGKATAN FASILITAS BERIBADAH BAGI WARGA JEMAAT UNTUK MENINGKATKAN KEHADIRAN WARGA DALAM IBADAH MINGGU MAUPUN KATEGORIAL
2.MEMOTIVASI WARGA AGAR IKUT DALAM PELAYANAN BERGEREJA
Ketercapaian Anggaran 5 Tahun TerakhirRata-rata 100%
Catatan atau Informasi lain mengenai JemaatJEMAAT GEDANGAN KHUSUSNYA PEP KANDANGAN BERADA PADA LOKASI YANG STRATEGIS PERKEMBANGANNYA,KARENA BERADA DI ANTARA 3 KABUPATEN KEDIRI,JOMBANG,MALANG
FASILITAS GEREJA JARANG DI KETAHUI KARENA BERADA DI DALAM DUSUN BANYAK WARGA MIGRAN YANG SERING SINGGAH DI WILAYAH TERSEBUT