| Majelis Daerah | Kediri Utara 2 |
| Jemaat | Sekaran |
| Alamat | Dsn. Sekaran Tengah RT 004 RW 002 Ds. Sekaran Kec. Kayen Kidul Kab. Kediri |
| Jadwal Ibadah | a. Ibadah Minggu Umum pukul 07.00 : 1) Minggu ke-1, ke-3, dan ke-5 : Bahasa Indonesia 2) Minggu ke-2 dan ke-4 : Bahasa Jawa b. Ibadah Minggu Balita, Anak, dan Remaja 1) Minggu ke-1, ke-2, ke-3, dan ke-5 : Bahasa Indonesia 2) Minggu ke-4 : Bahasa Jawa |
| Sejarah | Pada tahun 1960 di Dusun Sekaran Lor, Desa Sekaran, Kecamatan Pagu, sudah ada satu keluarga Kristen yaitu keluarga Bapak Mariyono putra menantu Bapak Marjono Marto Waloyo warga Jemaat Kediri. Bapak Marjono Marto Waloyo pernah memberitakan Injil (PI) di Dusun Sekaran Lor, yang juga didatangi oleh beberapa orang dari Jemaat Sambirejo. Ternyata kedatangan juru PI mendapat sambutan baik dari masyarakat Sekaran termasuk kepala desanya, sampai Kitab Suci yang dibawa habis dibeli. Pada tahun 1962 ada 2 orang pemuda, yaitu Sdr. Sutomo dan Sdr. Jayadi tertarik ingin menjadi Kristen. Awal mulanya, Sdr. Jayadi mendapat berita kesukaan dari temannya yang sekolah di Madiun yang bernama Suwito yang menceritakan bahwa Tuhan Yesus yang sudah mati hidup kembali selamanya, untuk menebus dosa manusia atau menyelamatkan dunia. Berita kesukaan oleh Sdr. Jayadi disampaikan kepada Sdr. Sutomo. Selain itu, kedua pemuda tersebut dimantapkan dengan berita kesukaan yang dibawa oleh juru PI dari Jemaat Sambirejo yaitu Bapak Sikiyo (Mantri), Bapak Suroso Saijo, Bapak Soma Darman, dan Bapak Pendeta Rosim yang bertempat di rumah Bapak Purnomo (orang tua Sdr. Sutomo) di Dusun Sekaran Lor. Kedua pemuda tersebut tergerak hatinya ingin menjadi Kristen, akhirnya mereka mengikuti katekisasi di Jemaat Jatiwringin dan dibaptis oleh Bapak Pendeta Teni Tiyomo pada tahun 1963. Bersamaan dengan itu, anak-anak Sekaran sudah ada yang sekolah di SR (Sekolah Rakyat) YBPK Sambirejo. Pada hari minggu anak-anak tersebut juga mengikuti ibadah anak-anak (BKA) di Jemaat Sambirejo (anak tersebut adalah Sayekti dan Sri Rahayu, putri Bapak Niti Wiryono). Selain itu, Guru SR, Pamong BKA, dan Badan PI juga sering berkunjung ke rumah anak-anak Sekaran guna mempererat tali persaudaraan. Ternyata kunjungan tersebut juga mendapat sambutan baik dan membuahkan hasil. Banyak keluarga yang mengikuti katekisasi, yang dilayani oleh Bapak Suroso Saijo, Bapak Soma Darman, dkk. Akhirnya mereka menerima baptisan oleh Bapak Pendeta Rosim. Pada saat terjadi peristiwa G30S/PKI 1965 dinyatakan bubar oleh pemerintah, sehingga kegiatan agama sementara berhenti. Selain itu, pemerintah menurunkan perintah baru yaitu bahwa setiap warga Negara Indonesia harus beragama. Pada saat itulah banyak masyarakat Sekaran ikut katekisasi, termasuk pamong Desa. Karena banyaknya peserta katekisasi, maka katekisasi diadakan di rumah-rumah secara berpindah-pindah, yaitu rumah Bapak Kasbi / Martowariman, rumah Ibu Mariyat, rumah Bapak Niti Wiryono, Bapak Niti Soleman dan rumah Bapak Cokro Wibowo. Yang ditunjuk sebagai ketua adalah Bapak Niti Wiryono, yang dilayani oleh Majelis Sambirejo sampai mendapat pratanda Baptis. Pada saat itulah warga Kristen di Sekaran Lor berkembang menjadi 25 keluarga. Pada tahun 1970 warga Sekaran sudah mulai merencanakan membangun gedung Gereja / tempat ibadah. Kemudian membeli tanah milik Bapak Cokro Wibowo (Jogoboyo). Tanah tersebut terletak di depan SD Sekaran. Keinginan membuat tempat ibadah dapat terwujud walaupun masih tahap pondasi tembok ½ badan. Pada tahun 1971 Jemaat Sambirejo menetapkan Sekaran menjadi Panthan, yang diresmikan pada tanggal 15 Juni 1971. Pada 2007-2009 ini Panthan Sekaran diresmikan menjadi Calon Pasamuwan Sekaran. Melihat data warga dan persembahan di kebaktian minggu, patuwen maupun yang lain semakin mengalami peningkatan, akhirnya warga dan majelis jemaat yang ada di capas sekaran merindukan suatu kedewasaan dalam berjemaat. Oleh sebab itu majelis jemaat yang ada di Capas Sekaran meningkatkan kegiatan-kegiatannya antara lain pembinaan administrasi keuangan, pembinaan pamong anak dan remaja serta pembiaan lainnya yang terkait dengan kemandirian gereja yang dewasa. Majelis Jemaat Sambirejo sebagai Gereja Induk yang di ketuai oleh Pdt. Firman Panjaitan, M.th menyambut baik atas kerinduan capas Sekaran untuk menjadi jemaat dewasa bahkan secara bersama-sama mempersiapkan segala keperluan yang di butuhkan oleh capas Sekaran termasuk panyengkuyungan dana untuk peresmian capas menjadi Jemaat. Hasil kerja keras seluruh warga Jemaat dan majelis jemaat yang ada di Sekaran pada tahun 2019 Sekaran mengalami perubahan status dari capas ( calon pasamuwan ) menjadi Jemaat dewasa ( pasamuwan ) |
| File sejarah | https://drive.google.com/open?id=13TdJv4wwobToRqtBCsZYtGMAq-XYkLdw |
| HUT / Tanggal Berdiri | 2/3/2019 |
| Wilayah Pelayanan | a. Dsn. Sekaran Kidul Ds. Sekaran Kec. Kayen Kidul (1,5 km) b. Ds. Sukoharjo Kec. Kayen Kidul (2,5 km) c. Dsn. Kalangbong Ds. Dawuhan Kidul Kec. Papar (7,7 km) d. Dsn. Kesamben Ds. Plemahan Kec. Plemahan (8,2 km) e. Dsn. Buluampal Ds. Darungan Kec. Pare (5,8 km) |
| Pepanthan/Blok/Rayon | – |
| Warga Jemaat Laki-laki | 106 |
| Warga Jemaat Perempuan | 106 |
| Warga Anak | 46 |
| Pekerjaan Masyarakat | Petani |
| Pendidikan Masyarakat | SMA (Sederajat) |
| Budaya / Tradisi | Jawa |
| Konteks Masyarakat | Desa Pertanian/Perkebunan |
| Wilayah Berkembang | Ya |
| Relasi Antar Agama | Cukup Harmonis |
| Gedung Gereja | 1 |
| Kapanditan | 1 |
| Bale Pamitran | 1 |
| Ruang Ibadah Anak | 1 |
| Tanah Pekarangan | 2 |
| Sawah | 4 |
| Tanah Makam | Tidak Ada |
| Keterangan Mengenai Aset Jemaat | Tanah pekarangan 2 titik lokasi (1 untuk Gedung Gereja dan 1 untuk Pastori). a. Tanah Gereja masih dalam proses pengurusan sertifikat (PTSL) b. Tanah Pastori 2 petak berupa Akta Jual Beli (AJB) Lahan sawah Gereja memiliki 4 titik lokasi. 1 lahan Sawah khusus untuk digarap Koster dan 3 lahan sawah yang lain dikelola oleh Gereja. |
| Mayoritas Pekerjaan Warga Jemaat | Karyawan |
| Pendidikan Warga Jemaat | SD (Sederajat) |
| Kategori Jemaat | Jemaat Minoritas (Jumlah Warga Jemaat kurang dari 30% jumlah penduduk setempat) |
| Kehadiran dalam Ibadah | 80-99 % |
| TK/PAUD | Dekat (0-5 Km) |
| SD/Sederajat | Dekat (0-5 Km) |
| SLTP/ Sederajat | Dekat (0-5 Km) |
| SLTA/ Sederajat | Dekat (0-5 Km) |
| Perguruan Tinggi | Sedang (6-19 Km) |
| Bidan/Mantri Praktek | Dekat (0-5 Km) |
| Puskesmas/Klinik | Dekat (0-5 Km) |
| Rumah Sakit | Dekat (0-5 Km) |
| Kantor Pemerintah Desa | Dekat (0-5 Km) |
| Kantor Kecamatan | Sedang (6-19 Km) |
| Kantor Pelayanan Publik | Sedang (6-19 Km) |
| Koperasi | Dekat (0-5 Km) |
| Bank | Dekat (0-5 Km) |
| Pasar | Dekat (0-5 Km) |
| Terminal Angkutan Umum | Sedang (6-19 Km) |
| Stasiun KA | Sedang (6-19 Km) |
| Bandara | Jauh (Diatas 20 Km) |
| Program Utama Jemaat | 1. KPT : Katekisasi lanjutan yang dilaksanakan 1 bulan seklai 2. KPMG : Pembinaan organis pemula dan lanjutan 3. KPAR : Anak dan Remaja ikut serta dalam segala bentuk kegiatan Peribadahan 4. Pokja P2A : Kelas kreatif yang dilaksanakan 1 bulan sekali 5. KPPM : Pemuda ikut serta dalam berbagai kegiatan dan pelayanan di Gereja 6. Pokja Multimedia : Berpelayanan melalui media sosial dan bidang teknologi 7. KPPW : Kegiatan Parenting, Ibadah rutin, dan arisan 8. KPAY : Latihan Paduan Suara, Kunjungan warga Adi Yuswa yang sakit 9. KPK : Bakti Sosial –> Pemberian sembako kepada umat Kristen non Kristiani dan pengotbatan gratis 10. KPP : Memberikan cinta kasih kepada warga yang kurang mampu 11. Pokja PEW : Pendataan usaha warga 13. Pengurus Kematian : Membuat peti dan buku nyanyian 14. KPPL : Perawatan dan pemeliharaan Gereja, Pastori, Sawah, dan inventarisari Pendeta berupa kendaraan bermotor 15. Komperlitbang : Sensus warga dengan pembaruan format 16. KP2J : Pemeriksaan rutin perbendaharaan dan inventaris Gereja 17, KPPM : Silahturahmi atau anjangsana ke umat lain. Biasanya dilakukan pada saat hari raya. |
| Ketercapaian Anggaran 5 Tahun Terakhir | Rata-rata 90-99% |
| Catatan atau Informasi lain mengenai Jemaat | Tidak ada |

